Logo Scrum.co.id
visualisasi gambar alur flow Scrum framework

Apa itu Scrum

Scrum adalah kerangka-kerja sederhana untuk pengembangan produk kompleks.
-- Panduan Scrum terjemahan Bahasa Indonesia

Scrum adalah sebuah kerangka-kerja, bukan sebuah metodologi manajemen proyek. Walaupun Scrum lebih banyak digunakan untuk pengembangan piranti lunak namum Scrum bisa digunakan untuk pengembangan produk apapun yang bersifat kompleks. Karena Scrum lebih ditujukan untuk pengembangan produk kompleks, Scrum didasari oleh empirisme. Tiga tiang dari empirisme yakni: transparansi, inspeksi dan adaptasi.

Detak jantung dari Scrum adalah Sprint, sebuah batasan waktu (timebox) untuk pengembangan produk yang siap digunakan oleh pengguna atau dimasukkan ke lingkungan produksi dalam konteks pengembangan piranti lunak yang berdurasi tidak lebih dari 30 hari. Karena durasi Sprint lebih singkat dibandingkan durasi pengembangan produk, maka dalam daur hidup pengembangan produk akan ada beberapa Sprint. Artinya pengembangan produk menggunakan Scrum dilakukan secara iteratif dan inkremental.

Sprint diawali dengan Sprint Planning dimana Product Owner, satu orang yang telah diberikan wewenang dan bertanggung-gugat untuk memaksimalkan nilai dari produk di pasar, bertemu dengan Development Team, tim yang berfungsi antar lintas dengan jumlah 3-9 orang, berkolaborasi untuk memprakirakan Product Backlog item mana saja yang akan dikerjakan selama satu Sprint. Sprint Planning difasilitasi oleh Scrum Master, seorang pemimpin yang melayani (servant leader). Untuk Sprint berdurasi 30 hari, batasan waktu Sprint Planning tidak lebih dari 8 jam. Keluaran dari Sprint Planning adalah Sprint Backlog, daftar pekerjaan hasil kesepakatan Product Owner dan Development Team yang akan dikerjakan Development Team selama satu Sprint beserta Sprint Goal, objektif utama yang akan dicapai sebelum akhir Sprint.

Setelah Sprint Planning berakhir, Development Team akan swakelola (self-organise) tanpa interfensi dari pihak manapun untuk mengambil Sprint Backlog untuk diri mereka masing-masing dan mengerjakannya. Setiap hari hingga akhir Sprint Development Team akan melakukan Daily Scrum tidak lebih dari 15 menit untuk menentukan apa yang mereka akan kerjakan selama 24 jam ke depan berdasarkan perkembangan 24 jam terakhir serta memaparkan permasalahan yang menghambat mereka untuk bisa mencapai Sprint Goal dan memenuhi Definition of Done. Selama proses pengembangan berlangsung, Development Team juga melakukan refinement terhadap Product Backlog item di Sprint mendatang agar proses Sprint Planning berikutnya bisa menjadi lebih efektif.

Di akhir Sprint, Product Owner akan mempresentasikan Increment, hasil pekerjaan Development Team selama satu Sprint kepada para pemegang kepentingan guna mendapatkan umpan balik di acara bernama Sprint Review. Product Owner juga menjelaskan apakah dalam Sprint tersebut pencapaian Development Team menuju Sprint Goal kepada seluruh pemegang kepentingan. Umpan balik ini akan dimasukkan ke dalam Product Backlog guna meningkatkan nilai dari produk. Hanya Product Owner yang menentukan kapan umpan balik tersebut akan dikerjakan oleh Development Team. Increment ini telah memenuhi Definition of Done yang artinya siap untuk langsung dimasukkan ke lingkungan produksi dan digunakan oleh pengguna. Hanya Product Owner yang menentukan kapan Increment tersebut dimasukkan ke lingkungan produksi. Untuk Sprint berdurasi 30 hari, batasan waktu Sprint Review tidak lebih dari 4 jam.

Setelah Sprint Review, Development Team, Product Owner akan berkolaborasi untuk menentukan improvement apa yang mereka akan implementasikan di Sprint berikutnya di acara bernama Sprint Retrospectives yang difasilitasi oleh Scrum Master. Scrum Master yang efektif akan kreatif dalam memfasilitasi Sprint Retrospectives yang dapat mengekspos permasalahan dan improvement yang perlu diimplementasikan di Sprint berikutnya. Setidaknya satu improvement yang disepakati di Sprint Retrospectives akan masuk ke dalam Sprint Backlog di Sprint berikutnya. Definition of Done adalah salah satu hal yang ditekankan oleh Development Team pada saat Sprint Retrospectives. Sprint Retrospectives adalah acara yang paling penting dalam Scrum karena sifatnya yang menekankan continuous learning yang dapat meningkatkan tingkat agility perusahaan. Untuk Sprint berdurasi 30 hari, batasan waktu Sprint Review tidak lebih dari 3 jam.

Sprint berikutnya langsung dilakukan setelah Sprint Retrospectives berakhir tanpa ada jeda antar Sprint. Pengembangan produk menggunakan Scrum akan berakhir ketika:

  • Anggaran pengembangan produk sudah habis atau;
  • Pengguna sudah tidak mau menggunakan produk yang bersangkutan atau;
  • Return on Investment (ROI) dari produk sudah maksimal atau tercapai;

Setiap Sprint, Product Owner akan memastikan agar nilai dari produk setinggi mungkin pengembangan produk diakhiri. Product Owner, Scrum Master dan Development Team memegang nilai-nilai: komitmen, keberanian, saling menghargai, keterbukaan dan fokus.

Semoga penjelasan singkat ini dapat menjadi awal untuk bisa memotivasi anda belajar Scrum lebih dalam lagi.

Ingin belajar Scrum lebih dalam lagi?


Baca Panduan Scrum terjemahan Bahasa Indonesia Baca Kenapa Menggunakan Scrum Beli Buku Manajemen Modern dengan Scrum Ambil Pelatihan Sertifikasi Scrum di Indonesia